Delegasi UNY Laksanakan Visiting Professor dan Guest Lecture di Philippine Normal University Bahas Delayed Citizenship dan Digital Citizenship untuk Mendukung SDGs 4

Manila, Filipina – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui kegiatan Visiting Professor dan Guest Lecture di Philippine Normal University (PNU), Filipina. Delegasi UNY yang terdiri atas Muhammad Fikri Alvinca, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Iqbal Arpannudin, M.Pd. hadir sebagai narasumber dalam kegiatan akademik yang mengangkat tema “Delayed Citizenship and Digital Citizenship in Strengthening SDGs 4: Quality Education.”

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kedua institusi dalam memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui forum akademik tersebut, dosen dan mahasiswa PNU memperoleh kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan kewarganegaraan di era global dan digital, sekaligus mengeksplorasi strategi pembelajaran yang mampu membentuk warga negara yang kritis, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dalam pemaparannya, Muhammad Fikri Alvinca menjelaskan pentingnya penguatan digital citizenship sebagai salah satu kompetensi esensial abad ke-21. Beliau menguraikan bahwa kewarganegaraan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga mencakup literasi digital, etika digital, keamanan digital, tanggung jawab dalam bermedia sosial, serta kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi di tengah derasnya arus disinformasi. Melalui penguatan digital citizenship, peserta didik diharapkan mampu menjadi warga negara digital yang cerdas, bertanggung jawab, dan berpartisipasi secara aktif dalam ruang digital yang sehat.

Sementara itu, Dr. Iqbal Arpannudin memaparkan konsep delayed citizenship, yaitu kondisi ketika individu belum sepenuhnya mampu menjalankan hak, kewajiban, dan partisipasi kewarganegaraannya secara optimal akibat berbagai faktor sosial, budaya, politik, maupun perkembangan teknologi. Beliau menekankan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam mengurangi kesenjangan tersebut melalui pembelajaran yang mendorong kesadaran kritis, partisipasi demokratis, serta penguatan karakter kewarganegaraan sehingga peserta didik siap menjadi warga negara yang aktif di tingkat lokal maupun global.

Tema yang diangkat selaras dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4: Quality Education, yang menekankan pentingnya penyediaan pendidikan berkualitas, inklusif, dan merata bagi semua. Melalui penguatan konsep digital citizenship dan delayed citizenship, institusi pendidikan diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter kewarganegaraan yang kuat, mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, serta siap menghadapi tantangan masyarakat global.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika Philippine Normal University. Berbagai isu mengenai transformasi pendidikan, pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran, literasi digital, partisipasi kewarganegaraan, hingga pengembangan kurikulum berbasis Global Citizenship Education menjadi topik yang mendapatkan perhatian besar dari para peserta.

Melalui kegiatan Visiting Professor dan Guest Lecture ini, Universitas Negeri Yogyakarta dan Philippine Normal University semakin memperkuat kerja sama akademik internasional yang telah terjalin. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menghasilkan inovasi pendidikan, memperluas jejaring penelitian internasional, serta mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas sebagaimana diamanatkan dalam SDGs 4.

Indonesian