You are here
Semangat Belajar Tak Pernah Padam, Guru Dan Mahasiswa PK UNY SMAN 1 Pleret Ikuti Komunitas Belajar BUMA Learning Community dan Workshop Pembelajaran Mendalam
Primary tabs

Pleret – Semangat belajar tak pernah padam di kalangan guru SMAN 1 Pleret. Pada Jumat, 31 Juli 2026, pukul 13.00-14.00, selepas siswa pulang sekolah, guru-guru berkumpul di ruang Perpustakaan Unit 2 untuk mengikuti Komunitas Belajar BUMA Learning Community, sebuah ruang bagi guru untuk saling berbagi pengalaman mengajar yang telah dilaksanakan. Semangat ini semakin menguat pada Kamis, 20 Agustus 2026, ketika guru-guru SMAN 1 Pleret bersama mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti workshop bertema “Implementasi Metode Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Murid”, bertempat di lokasi yang sama. Workshop berlangsung pukul 12.30-15.30 WIB dengan menghadirkan Dr. Dra. Reni Herawati, M.Pd., B.I., Pengawas Ahli Utama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY. Sasaran kedua kegiatan ini adalah guru-guru SMAN 1 Pleret, sekaligus mahasiswa PK sebagai calon guru yang turut membekali diri dengan pengalaman dan strategi pembelajaran. Rangkaian kegiatan ini sejalan dengan pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi pedagogik guru, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) lewat pemerataan kualitas literasi dan numerasi murid, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara sekolah, narasumber, dan mahasiswa PK.
Dibalik kesederhanaan formatnya, BUMA Learning Community menyimpan diskusi yang sustainable. Guru-guru, terkhusus pengampu mata pelajaran Pendidikan Pancasila menyusun perencanaan pembelajaran berbasis Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), sembari mulai menjajaki bagaimana Artificial Intelligence (AI) bisa dihadirkan sebagai media belajar yang lebih hidup di kelas. Semangat serupa berlanjut dalam workshop pembelajaran mendalam, yang mengajak para guru memahami bahwa pembelajaran yang bermakna berangkat dari tiga hal, yaitu tujuan pembelajaran, materi ajar, dan karakteristik murid. Dari sana, narasumber mengupas cara mendesain tugas yang menumbuhkan tanggung jawab belajar, menyusun pertanyaan yang memantik nalar kritis, memberi umpan balik yang membangun, hingga merancang penilaian otentik seperti esai analisis dan proyek. Materi disampaikan langsung dan ditutup dengan sesi tanya jawab yang hidup antara narasumber dan peserta, diikuti seluruh tenaga pendidik SMAN 1 Pleret bersama mahasiswa PK.
Hasilnya pun tidak berhenti di ruang perpustakaan unit 2. Dari BUMA Learning Community, sejumlah guru sudah lebih dulu mempraktikan AI sebagai media pembelajaran, membuat materi ajar yang dilengkapi audio visual, menghadirkan cara belajar baru yang lebih dekat dengan keseharian murid. Sementara itu, dari workshop pembelajaran mendalam, guru kini memiliki gambaran lebih jelas dalam merancang perencanaan pembelajaran yang reflektif dan berorientasi pada penguatan literasi serta numerasi murid, sebuah bekal yang siap diterapkan secara bertahap di ruang kelas. Bagi mahasiswa PK, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga tentang kolaborasi antar pendidik yang dapat melahirkan inovasi nyata di dunia pendidikan.
Kisah ini tampaknya belum akan berhenti di sini. Ruang perpustakaan Unit 2 diharapkan terus menjadi tempat guru-guru pulang untuk belajar, bukan sekadar mengajar. Dari sana pula, harapan tumbuh, semakin banyak kelas yang dihidupkan oleh sentuhan teknologi, perencanaan pembelajaran mendalam, hingga setiap murid merasakan belajar yang benar-benar bermakna.
Penulis: Riana Agustina Pratiwi
Kontak Kami
- Tel: 0274-586168 psw 1455
- Fax: 0274-548201
- Email: fishipol@uny.ac.id; humas_fishipol@uny.ac.id
- Website: https://fishipol.uny.ac.id/
Copyright © 2026,

