You are here
Cegah Hoaks hingga FOMO, Dosen UNY Bekali Pemuda Ponorogo Literasi Digital
Primary tabs

Empat dosen bersama lima mahasiswa Departemen Pendidikan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memberikan edukasi literasi digital kepada pemuda Karang Taruna Permadi Margatama di Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Johan Dwi Saputro, M. Pd. sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada penguatan kapasitas generasi muda menghadapi tantangan ruang digital. Mereka menyampaikan 5 materi utama yang menjadi bagian penting dari kehidupan generasi muda saat ini.
Setiap sesi dipandu oleh dosen yang berbeda sesuai bidang keahliannya. Yakni Identitas Kewarganegaraan Digital dan Manajemen Privasi, Anatomi Hoaks di Era Digital (Deepfake dan AI), Etika Digital (Digital Citizenship), Kesehatan Mental: Fear of Missing Out (FOMO) & Perbandingan Sosial, dan Partisipasi Aktif dan Keterlibatan Warga
Dalam sesi pertama, tim yang dipimpin Dr. Budi Mulyono, M.Pd. mengangkat tema "Identitas Kewarganegaraan Digital dan Manajemen Privasi ".
Melalui pemaparan yang interaktif, anak-anak dan remaja mendapatkan edukasi tentang pentingnya identitas kewarganegaraan digital secara konsep termasuk dengan hak dan kewajiban pada lingkungan digital. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga privasi di ruang digital, mengelola jejak digital secara bijak, serta melindungi data pribadi dari penyalahgunaan. Pemberian materi bertujuan sebagai pengetahuan tentang strategi mengelola privasi dengan efektif pada konteks aktivitas online yang dilakukan.
Sesi kedua yang diketuai oleh Dr. Iqbal Arpannudin, M. Pd. mengangkat tema "Anatomi Hoaks di Era Digital (Deepfake dan AI)".
Melalui penyuluhan langsung dan diskusi kelompok, para peserta mempelajari peran sebagai konsumen informasi untuk kritis dan cerdas. Peserta diajak mengenali cara memverifikasi keaslian informasi, menilai kredibilitas sumber informasi digital, serta mengidentifikasi berbagai bentuk hoaks, termasuk konten hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) atau deepfake.
Pada sesi tiga dan empat, tim yang dipimpin Dr. Johan Dwi Saputro, M.Pd. mengangkat tema “Etika Digital (Digital Citizenship), Kesehatan Mental: Fear of Missing Out (FOMO) & Perbandingan Sosial”.
Pemaparan dilakukan secara interaktif untuk membahas muatan nilai-nilai etika pada penggunaan teknologi digital mulai dari plagiasi, data identitas bocor, serta penyebaran konten yang kurang patut disebarluaskan. Mereka belajar mengenai hak dan tanggung jawab sebagai warga digital, mengambil keputusan bijak pada interaksi online, dan memahami batasan kritik vs penghinaan.
"Generasi muda merupakan kelompok yang paling dekat dengan teknologi digital. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, menjaga etika bermedia, sekaligus memahami tanggung jawab sebagai warga digital," ujar Ketua Tim PKM, Dr. Johan Dwi Saputro, M.Pd.
Sesi tersebut juga menyinggung tentang kesehatan mental terkait Fear of Missing Out (FOMO), memuat bagaimana pola gaya hidup modern melalui media sosial yang dapat memberi manfaat positif untuk pengguna, namun juga dapat negatif yang dapat merusak mental. Gaya hidup ideal yang sering ditampilkan di media sosial yang ditampilkan pada media sosial dapat menjadi motivasi diri, namun juga bisa memunculkan perasaan kurang pada diri sendiri, hingga depresi. Kajian mengenai digital well-being atau kapan mengistirahatkan diri (logout) dengan sadar bahwa apa yang semua ditampilkan pada layar tidak sepenuhnya nyata atau benar.
Sesi terakhir dipandu oleh oleh Muhammad Fikri Alvinca, S.Pd., M.Pd, membahas tema “Partisipasi Aktif dan Keterlibatan Warga”.
Penyuluhan dan diskusi dilakukan dengan membahas posisi pemuda karang taruna terkait pentingnya peran partisipasi yang aktif pada dunia digital serta keterlibatan pada urusan masyarakat. Kajian mengenai berbagai cara dalam berpartisipasi dengan diskusi online, bentuk kampanye advokasi, serta kegiatan-kegiatan lain termasuk warga masyarakat pada dunia maya. Generasi muda terdorong dalam penggunaan platform digital sebagai alat kampanye maupun promosi berbagai hal positif pada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Departemen Pendidikan Kewarganegaraan FISIP UNY berharap masyarakat, khususnya generasi muda dan melalui kegiatan Karang Taruna seperti Permadi Margatama, semakin memiliki kemampuan memilah informasi, menjaga etika bermedia digital, serta memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Contact
Faculty of Social and Political Sciences Information Center :
- Tel: 0274-586168 psw 1455
- Fax: 0274-548201
- Email: fisip@uny.ac.id; humas_fisip@uny.ac.id
- Website: https://fisip.uny.ac.id/
Copyright © 2026,
