WUJUDKAN SEKOLAH TANGGUH BENCANA, MAHASISWA PK DAMPINGI SISWA SMK MUHAMMADIYAH 1 YOGYAKARTA DALAM EDUKASI MITIGASI GEMPA

YOGYAKARTA – Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) turut serta dan membersamai siswa-siswi juga guru-guru SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta dalam kegiatan penyuluhan dan edukasi mitigasi gempa bumi pada Rabu (9/9/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggap kesiapsiagaan mengingat meningkatnya intensitas gempa yang terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.  

Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.30-10.30 WIB yang bertempat di Lapangan Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) D.I.Y., yaitu Bapak Budi Santosa, guna meningkatkan kesiagaan seluruh warga di lingkungan sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Budi Santosa membagikan Langkah-langkah penyelelamatan diri saat terjadi gempa bumi. Antusiasme warga sekolah terlihat saat praktik simulasi evakuasi sedang dijalankan. Para guru beserta siswa-siswi tampak aktif mempraktikan alur penyelamatan mandiri secara tertib. Dalam simulasi tersebut, para peserta diarahkan untuk berlari menuju titik kumpul aman tanpa saling dorong meskipun dalam kondisi terdesak guna menghindari risiko cedera. Selain itu, peserta diajarkan memanfaatkan fasilitas terdekat, seperti menggunakan tas sekolah untuk melindungi bagian keepala dari potensi jatuhnya reruntuhan.

 

Keikutsertaan aktif mahasiswa PK dalam mendampingi jalannya simulasi ini mejnjadi wujud nyata kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada dua fokus utama:

Pertama, SDGs Poin 11 yang menyebutkan Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan. Kegiatan ini mendukung target yang ada pada poin11 terkait peningkatan ketahanan kawasan dari dampak bencana alam. Melalui edukasi di tingkat sekolah, komunitas pendidikan diajak membangun system kesiapsiagaan lokal guna meminimalkan risiko kerugian fisik maupun jiwa. Kedua, SDGs Poin 4 Pendidikan berkualitas. Kegiatan mitigasi ini sejalan dengan poin tersebut  yang menekankan pentingnya penyediaan fasilitas Pendidikan yang aman, inklusif, dan responsif terhadap kondisi darurat. Pembekalan keterampilan bertahan hidup menjadikan proses pembelajaran di sekolah tidak hanya berfokus pada capaian akademis, tetapi juga keselamatan siswa-siswi. Selain itu, keterlibatan mahasiswa PK, pihak BPBD, guru-guru, serta warga sekolah lainnya turut mencerminkan semangat SDGs Poin 17, yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Hal tersebut diwujudkan melalui kolaborasi seluruh elemen yang ada di SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta.

Melalui penyuluhan dan simulasi ini, diharapkan seluruh warga SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta semakin tanggap, siaga, dan mampu membudayakan literasi mitigasi bencana. Keterlibatan mahasiswa PK juga menjadi wujud pengabdian nyata dalam menciptakan ekosistem sekolah yang aman dan tangguh bencana.

Writer: Pramudya Restya A

Indonesian